10/14/2012

Tangan Yang Bergetar Menggetarkan Hatiku

~Ummu Hurairah~

Bismillahirrahmanirrahim…..


Penulis  ingin kembali mengajak sahabat agar menjadi pribadi yang lebih bersyukur dengan segala karunia sudah Allah curahkan pada kita, terlebih kesehatan, kelancaran kegiatan, kemudahan dalam rezeki dan aktivitas lainnya
Saat itu  penulis masih di amanahkan untuk membina di Bandung Selatan 1, hari itu aku berkesempatan untuk bisa silaturahim dengan salah satu anak asuh yang memang dibawah pengasuhan saya. . Rumahnya di daerah bandung selatan. Gadis ini kita sebut saja Melati, gadis ini sangat periang, ramah dan manis, kepribadian yang menarik ini yang membuat siapa pun tidak akan menyangka bahwa dia memiliki kehebatan dan sikap tangguh dalam menjalani kesehariannya yang dirasa sulit.  Gadis ini pun di percaya untuk menjadi ketua rohis di SMAnya. Luar biasa bukan, prestasi disekolahnya pun lumayan bagus.
Siang itu aku hendak mengunjungi rumahnya, rumahnya diarea rumah kontrakan , yang mungil sekali ukurannya kurang lebih 4 meter kali 3 meter setengah. Subhanallah . Bagaimana ukuran rumah sahabat pernah bersyukur dengan ukuran rumahmu? Rumah mungil itu terbagi 3 bagian , kamar dapur dan ruang tamu, dengan kondisi yang sempit itu, tidak ada keluhan dari lisannya, yang ada ucapan syukur. Saat itu aku sedikit kaget, karena tidak ada area untuk saya bisa melaksanakan sholat. Yang ternyata sholatnya itu di atas kasur. Masya Allah. #menitikan air mata.
Sempat bertanya dimanakah toiletnya????? Ternyata ada di tepian sungai dan harus menempuh jarak yang amat jauhhhh sekali. Masya Allah. Ada hal yang  membuat bergidik takjub , hingga bulukuduk merinding apa coba?? Dengan segala kondisi yang ada ini saya tahu betul , Tahajudnya tidak pernah lepas. Bayangkan keluar kamar jam 2 shubuh menempuh jalan dulu keluar menuju sungai yang lumayan jauh dari rumah. Tapi semangat tahajud itu tidak putus. Malu rasanya saya saat itu. Cukup tertampar dengan kondisiku saat itu. Dengan rumahku yang lumayan baik kondisinya, tapi kadang ibadah saja masih malas-malasan, masih jarang bersyukur. Bagaimana dengan sahabat ?? yang kamar mandi masih bisa ditempuh dengan mudah , karena ada di dalam rumah. Serajin dia kah??

Di waktu yang berbeda, saat itu saya sedang mengunjungi sekolahnya, untuk melakukan pembinaan bersama anak asuh yang lain di sekolahnya, di atas masjid yang baru selelsai di bangun itu saya mendapatkan cerita melalui lisannya. Dengan menitikan air mata, ia bercerita.

“ Teh sulit bagiku untuk bisa menceritakan ini semua, selama ini saya meraskana sakit pada tanganku setipa kali saya memegenag pulpen, menulis, memegang buku, alqur’an , tanagn saya bergetar hebat. Rasanya sakit sekali, tidak tahan rasanya saat itu juga ingin menjerit karena rasa sakit yang hebat itu. Tapi aku selalu menahan rasa sakit itu dengan tidak menangis di depan ibu atau teman lainnya” 

Masya Allah , Segla puji bagi Allah. Tiadalah bisa aku dengar cerita ini, cerita ketegaran gadis ini, dengan segala kondisi yang ada, tidak membuat dia menjadi putus asa , tapi menjadilah dekat ia dengan sang Kholik, tidak  berputus asa untuk memohon pada sepertiga malam yang ia lalui, tidak menjadi halangan dengan rasa sakit yang harus dia rasakan saat dia harus membaca buku, al qur’an. Selain ia menahan itu semu karena takut mengkhawatirkan orang –orang di sekelilingnya.

Barang kali kita yang terbiasa dengan sesuatu yang mudah,dengan sesuatu yang mewah seringlah lupa bahwa kebahagiaan pun adalah bagian dari ujian yang barang tentu harus disikapi dnegan penuh kesyukuran. Saya termasuk yang tertampar dengan kejaidan ini, sedikit sekali saya bersyukur dengan karunia Allah selama ini, tangan yang sehat untuk aku menulis membaca sungguh jarang sekali saya syukuri. Masya Allah semoga Allah memberikan keberkahan dan karunia yang besar bagi gadis tadi, semoga Allah menjadikan kita pribadi yang senantiasa bersyukur dengan segala karunianya.

No comments:

Post a Comment

tulis komen mu disini ya